Archive for April, 2007

Mau foto kamu dipasang di halamannya 3nity?

Thursday, April 19th, 2007

Caranya gampang.

Tinggal kirim foto kamu (bisa juga barengan), sambil megang kertas yang bertuliskan nama kamu dan asal kamu (boleh kota ato negara). Terus pesan buat 3nity-nya juga (misalnya: I love 3nity).

Tulisannya yang gede dan jelas ya biar bisa kebaca, hehe..
Fotonya dikirim ke fanclub3nity@hotmail.fr

Lalu nanti foto kamu bakal dipajang di slideshow mereka (www.myspace.com/3nitybros) dan hi5 (http://3nitybros.hi5.com)

Keep supporting 3nity :)

Listen to 3nity New Exclusive Tracks

Wednesday, April 11th, 2007

You can now listen to 3nity new exclusive tracks written and composed by 3nity: "My Victory", "Promises", "Tell Me Why", "That’s My Job", "With You In My Heart", "Yang Di Hatiku".

Click here: http://www.indiestore.com/3nity

Totally great songs!

Jadwal 3nity so far…

Sunday, April 8th, 2007

Berdasarkan sumber dari jadwal 3nity di MySpace, saat ini 3nity lagi siap-siap buat tampil di beberapa konser di Perancis :
- 27 April di acara European Truck Tour 2007.
- 2 Mei konser bareng Gospel Pour 100 Voix di Mérignac.
- 3 Mei konser bareng Gospel Pour 100 Voix di Biarritz.

Selain itu, 3nity juga lagi mau bikin lagu baru.

3nity - Closer To Us (from Aneka Yess! mag no.7)

Thursday, April 5th, 2007

Lately… ada tiga cowok bule keren yang sering muncul di TV. Itu lho, trio vokal yang jadi model di iklan Marina Hand and Body Lotion UV White. Yuk, ketemuan sama 3nity!

…………………………………………………………

Madu di tangan kananmu… racun di tangan kirimu.. Aku tak tahu mana yang akan kau berikan padaku…

Oops! Jangan heran kalau ortu kita nyanyi duluan pas denger lagu 3nity ini. Madu dan Racun, tuh lagu lama banget. Dinyanyiin sama Bill and Board, band tahun 80-an. Lagu ini juga makin beken pas dinyanyiin Jamal Mirdad, papanya Nasyila dan Nana Mirdad itu.

And now, we can enjoy that song from 3nity, the triplet boyband brothers from France, Romain, Sylvain, and Vincent Clement are singing in Indonesian, karena mereka memang ada ketrunan Indonesia. "Papa kami orang Prancis, Mama orang Bali asli. Tapi semua keluarga tinggal di Paris," kata Romain.

…………………………………………………………
BACK TO THEIR ROOT

Yup! Mereka lumayan lancar speaking Indonesian, padahal baru belajar setahun terakhir. "Sedikit-sedikit, tapi kita mulai bisa ikutan ngomong ‘maksud lo’ atau ‘cape deh’, ha…….ha…….ha…," canda mereka pas promo album Kita Satu di Jakarta.

Mereka bikin album berbahasa Indonesia buat area edar di sini, Malaysia,dan Singapore. Lagunya asyik-asyik, loh. Ballad, yang juga di-mix sama R&B and hip hop. Ada sepuluh lagu bahasa Indonesia dan satu lagu bahasa Inggris, yang direkam di Paris dan Jakarta.

"Pilihan buat bikin album Indonesia is coming from our heart, means that we want to back in our root. And we want to get closer with Indonesia, jadi kita milih lagu Madu dan Racun, yang udah dikenal di sini," kata Sylvain.

A little bit different from another boyband, 3nity jago bikin melodi dan nulis lagu. Mereka bikin melodi hits Jumpa Marina, yang jadi theme song TV commercial Marina Hand and Body Lotion, dan juga nulis lirik How Can It Be.

…………………………………………………………
CHILDHOOD

Dari kecil mereka sudah jadi model di Perancis. Muncul di majalah sekelas Vogue dan Madame Figaro. Mereka juga jadi model catwalk, bintang iklan, main di serial TV, dan film televisi The Mahabaratas.

Umur 17, the triplet mulai suka nyanyi dan nulis lagu. Mereka sempet menang di beberapa singing contests. Mulai 2002, mereka gabung di gospel choir tersebas dan terbaik di Perancis, Gospel Pour 100 Voix, yang sering tur di berbagai kota di Perancis.

…………………………………………………………
3NITY FACTS :

- The boys are Romain Alexandre Clement, Sylvain Nicolas Clement, and Vincent Frederic Clement.
- They borned in Paris, France, December 7th, 1987. (shouldn’t it be ‘1982′?) Sylvain lahir empat menit setelah Romain. Dan Vincent lahir dua menit setelah Sylvain.
- Parents: Pierre Clement and Made Satriawati.
- Religion: Catholic.
- Tahun 2006, lagu mereka A nos actes Manques, masuk dalam album kompilasi Prise 2 Son, yang jadi number one in Europe.
- Lirik Jumpa Marina dan Menantikanmu ditulis sama Mama mereka. Ada unsur lagu tari kecak Bali di Menantikanmu.
- Sama-sama suka denger musik Michael Jackson, Boyz II Men, dan Babyface.
- Sylvain dan Vincent ngefans Tom Hanks, cuma Romain yang ngidolain Johnny Depp.
- Romain dan Sylvain hobi nonton, Vincent lebih suka clubbing.
- Selama di Jakarta, mereka suka hang out di PIM dan Citos.

3nity new album has been released in Indonesia in both cassette and CD. It is sold in all Indonesian music stores.

Thursday, April 5th, 2007

The cassette price is Rp 20,000 and the song lists are:
Side A:
1.     Tentangmu   
2.     Tak Setia   
3.     Madu & Racun   
4.     Kesempatan Kedua   
5.     Jumpa Marina   
6.     Menantikanmu   

Side B:
1.     Andai Saja   
2.     Hanya Untukmu   
3.     Kita Satu   
4.     Tahukah Kamu Cinta   
5.     How Can It Be

The CD price is Rp 39,000 and the song lists are:
1.     Tentangmu   
2.     Tak Setia   
3.     Madu & Racun   
4.     Kesempatan Kedua   
5.     Jumpa Marina   
6.     Menantikanmu   
7.     Andai Saja   
8.     Hanya Untukmu   
9.     Kita Satu   
10.     Tahukah Kamu Cinta   
11.     How Can It Be

Now, the album can also be purchased online at Disc Tarra website.
To buy the cassette, you can click <a href="http://www.disctarra.com/tarra/eshop_music_info.asp?product_id=29496">http://www.disctarra.com/tarra/eshop_music_info.asp?product_id=29496</a>.
To buy the CD, you can click <a href="http://www.disctarra.com/tarra/eshop_music_info.asp?product_id=29559">http://www.disctarra.com/tarra/eshop_music_info.asp?product_id=29559</a>.
You can get a discount too. Cassette price become Rp 19,400 (US$ 2.1) and CD price become Rp 37,050 (US$ 4).
Come and buy the 3nity album now and make their album successful :)

Watch Madu & Racun video clip and Marina Body Lotion TV commercial

Thursday, April 5th, 2007

You can watch Madu dan Racun video clip on TV now. (So far, I see it on SCTV and Indosiar).

Request the video on MTV. For example: MTV Global Room. Who knows your request may be read by the VJs and you can watch the video clip completely :)

You can also watch Marina Body Lotion TV commercial where 3nity are in it.

Three’s Not A Crowd (from Trax mag - March edition)

Thursday, April 5th, 2007

Three’s Not A Crowd

Tiga kakak-beradik kembar, good looking, bertalenta, dan pastinya mencintai seni terutama musik. This is 3nity.

Dunia seni bukanlah hal baru bagi Romain, Sylvain, dan Vincent. Sejak masih belia, mereka sudah membintangi beberapa iklan di negara asal mereka, Perancis. And not to mention a couple of music videos [one of them is a Massive Attack video!]. Jadi mereka sudah terbiasa dengan kedinamisan dunia entertainment ini.

Masa remaja pun datang. Kembar tiga campuran Perancis-Indonesia ini mulai mempertimbangkan musik untuk ditekuni. Terbiasa mendengarkan musik Soul dan R&B milik Boyz II Men dan Babyface sejak usia 16 tahun, ujungnya mereka suka menyanyi acapella bertiga untuk mengisi waktu. Usia 17 tahun, cowok-cowok ganteng ini mulai menulis lagu.

Di tahun 2007 ini mereka siap melangkah dengan album pertama. Album yang dikerjakan di Jakarta dan Paris ini memuat beberapa lagu dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Bukan suatu hal mudah bagi mereka ini untuk bernyanyi dalam bahasa Indonesia, termasuk ketika menyanyikan "Madu dan Racun". It was their mother who eventually helped them to sing in Indonesian. Dan tanpa keraguan mereka juga menyumbangkan beberapa lagu gubahan mereka di album ini. Penasaran? Tunggu saja tanggal mainnya. *agi.

Rekomendasi Romain soal toko buku (new Gadis mag no. 7)

Thursday, April 5th, 2007

Romain "3nity"
Rekomen : Toko Buku Gibert Jeunu, St. Michael Area, Perancis.

"Toko buku ini ada di daerah kota tua Perancis, St. Michael. Di sana, bukunya lengkap banget. Dari yang paling baru, sampai yang paling lama. Kalau isi kantong nggak cukup buat beli yang baru, bisa pilih yang second-hand. Di samping itu, buku dari bahasa lain juga banyak, jadi nggak cuma yang bahasa Perancis aja. Tempatnya tuh, asyik banget dan nyaman. Kita bisa duduk-duduk sambil baca ditemani dekorasi toko yang berubah-ubah sesuai dengan pergantian musim. Di sekitar situ juga ada kafe, lho. Jadi, abis beli buku, bisa langsung ngopi sambil baca buku yang udah kita beli. Paling nggak, dua kali sebulan aku harus mmpir kesana. C’est cool!"

Wah, jadi penasaran nih.. Kayak apa ya toko bukunya? Keliatannya menarik gitchhuu…. :)

3nity: kami tak mengandalkan tampang doang (dr tabloid Bintang Indonesia)

Thursday, April 5th, 2007

3nity: kami tak mengandalkan tampang doang
Selain cinta, album ini bermuatkan pesan pengharapan. "Kami ingin orang-orang tak pernah berhenti berharap dan menyerah. Selalu ada sesuatu yang baik yang akan terjadi, apa pun itu kondisinya," kata Romain lagi.

masih ingat grup The Moffats? Band pelantun hit If Life is So Short, Girl of My Dreams, Miss You Like Crazy ini dikenal punya komposisi personel yang unik. Tiga dari empat personelnya — Scott Andre Moffatt (vokal, gitar), Clinton Thomas John Moffatt (bas), Robert Franklin Peter Moffatts dram )– merupakan kembar identik.

Nah, komposisi personelkembar tiga (triplets) ini juga dimiliki 3NITY. Buat yang belum tahu, 3NITY adalah trio vokal asal Perancis yang diawaki Romain, Sylvian dan Vincet. "Nama 3NITY kami ambil karena kami (bertiga) merupakan satu kesatuan. Kami bertiga berasal dari sel telur yang sama," ujar Romain. Belum lama ini, lewat bendera perusahaan rekaman EMI Indonesia, 3NITYmerilis album debut Kita Satu. Yang menarik, meski berkebangsaan Perancis, hampir seluruhlagu di album berisi 11tembang itu dinyanyikan dalam Bahasa Indonesia.

3NITY terbentuk 8 tahun lalu. Uniknya, jauh sebelum kelompok vokal ini terbentuk,ketiganya lebih banyak melakoni profesi model dan akting. Saat masih berusia tiga tahunRomain, Sylvian dan Vincet sempat jadi model buat majalah terkenal, seperti Vogue danMadame Figaro. Ketiganya juga sering wara-wiri di catwalk buat memperagakan pakaian anak-anak. Di umur lima tahun, Romain, Sylvian dan Vincent menjajal dunia peran. Ketiganya ikut berakting dalam The Mahabarata. Mereka juga pernah nongol di serial TV terkenal Perancis, L’instit, dengan aktor Gerard Klein. Mereka juga pernah jadi bintangvideo klipnya Massive Attack. Selain seni peran, tiga cowok bule ini juga tercatat membintangi iklan TV.

Ketertarikan ketiga saudara kembar ini pada musik, terjadi saat menginjak usia remaja.Di usia 16 tahun, kuping Romain, Sylvian, Vincent terbiasa mendengarkan lagu-lagu dari Boyz II Men, Bryan McKnight, Babyface dan Dru Hill. "Lantaran suka mendengar musik-musik jenis ini, kami jadi suka beracapella ria. Pernah suatu kali sambil menemani Mama yang sedang memasak di dapur, kami iseng-iseng nyanyi accapella. Lalu kami bilang, "Hey, we have to do this seriously," ujar Vincent sambil tersenyum.

Kecintaan pada black music inilah yang mendorong mereka tertarik membuat lagu-lagubernada R&B, Pop/soul. Buat menambah jam terbang bernyanyi, ketiganya bergabung dengan paduan suara rohani. Nah, suatu kali paduan suara ini tampil di acara Gospel 100 voix. Acara ini digelar di hampir semua kota besar di Prancis. "Saat bergabung dengan paduan suara itu kami sering mendapat kesempatan menjadi penyanyi utama. Lagu yang kami nyanyikan kami ciptakan sendiri. Judulnya My Prayer. Tampil di acara itu pengalaman yang menakjubkan buat kami. Pernah, dalam satu pertunjukan kami ditonton 10 ribu orang," ujar Sylvain. Belakangan, ketika percaya diri mereka makin tumbuh, ketiganya berani memploklamirkan 3NITY.

Meski punya bekal kemampuan vokal yangcukup, personel 3NITY terus menggali potensi diri. Empat tahun lalu, personel 3NITY mulai belajar memainkan alat musik. "Vincent memainkan piano, Romain memetik gitar dan saya berurusan dengan programming musik di komputer," ujar Sylvain. Karena punya kemampuan bermusik inilah, mereka menolak disebut boy band."Kami memang laki-laki yang main musik, tapi kami berbeda dengan Westlife, misalnya. Kami main musik, mencipta dan mengaransemen lagu. Kami juga menolak disebut sekumpulan cowok yang mengandalkan tampang doang," jelas Sylvain sambil terkekeh.

Tahun 2004 lalu, 3NITY didapuk perusahaan rekaman Capitol/EMI ikutan album kompilasi Prise 2 Son. Di album ini, 3NITY membawakan tembang A Nos Actes Manqués. "Lagu itu sering diputar di radio-radio di Perancis dan Eropa," ujar Romain lagi. Dan tahun 2006 lalu, mereka menandatangani kontrak dengan perusahaan EMI Indonesia. "Ada sesuatu hal yang khusus antara visi EMI sebagai label dan visi 3NITY," kata Romain yang diangguki Sylvian dan Vincent. "Kami saling mengerti dalam style musik dan keinginan kuat masing-masing. Dari situlah kami mendapat kontrak rekaman," tambahnya lagi. Tentu bukan tanpa sebab bila 3NITY menerima tawaran dari perusahaan rekaman Indonesia. Personel 3NITY punya keterkaitan historis dengan Indonesia. "Ibu kami orang Indonesia. Persisnya ia berasal dari Bali. Jadi separuh dari kami adalah Indonesia. Kami merilis album ini di Indonesia untuk semakin dengan keluarga dan teman kami di sini," ujarnya.

Sedari awal, putra pasangan Pierre Clement-Made Satriawati ini kepengin albumnya dirilis dalam Bahasa Indonesia. "Kami ingin lebih mendekatkan diri dengan penggemar di Indonesia. Salah satu caranya, ya dengan membawakan lagu yang dimengerti," ujar Vincent. Nah, demi kepentingan membuat album itu, sejak setahun belakangan ini, ketiganya getol berbahasa Indonesia. Sang ibunda jadi mentornya. "Dialah yang mengajari kami belajar bahasa Indonesia. Untuk menulis lirik lagu berbahasa Indonesia kami juga meminta bantuannya," serunya lagi. Maka jangan heran, meski belum fasih benar, ketiga cowok ini sudah berani cas cis cus dalam bahasa Indonesia.

Kini 3NITY siap dengan album perdana mereka, Kita Satu. Album yang dibuat di Paris dan Jakarta ini sarat dengan kisah cinta. "Tapi cintanya bermacam-macam. Ada cinta dengan lawan jenis, teman maupun cinta yang bentuknya lebih spiritual," tandas Romain. Selain cinta, album ini bermuatkan pesan pengharapan. "Kami ingin orang-orang tak pernah berhenti berharap dan menyerah. Selalu ada sesuatu yang baik yang akan terjadi, apa pun itu kondisinya," kata Romain lagi.

Di album debut ini, ada tiga lagu yang diciptakansendiri: Jumpa Marina,Menantikanmu dan How Can It be. Lagu-lagu lainnya dibuat oleh pencipta lagu berbakat.Andai Saja dan Kita Satu di besut Ari bias. Tentangmu dan Kesempatan Kedua dibuat oleh Yudis. Henkie membuat tembang Hanya Untukmu. Serunya 3NITY-lah yang mengaransemen lagu-lagu ini. Semua lagu ini diaransemen oleh 3NITY di Paris. Singel pertama yang diandalkan berjudul Madu & Racun. Ini tembang lawas milik Ari Wibowo yang dikemas ulang dalam bentuk pop R&B. Disinggung soal kiprahnya di dunia pentas musik lokal, 3NITY kepengin bisa diterima dan eksis. "Kami ingin memberi warna baru buat musik di Indonesia. Mudah-mudahan, masyarakat Indonesia suka dengan musik kami," ujar Sylvain yang diangguki Vincent dan Romain. Kalau berkualitas, pasti deh diterima. *bin

Source: http://www.bintang-indonesia.com/contentd.php?pcid=2214

3nity: mempopulerkan kembali tembang madu dan racun (dr tabloid Bintang Indonesia)

Thursday, April 5th, 2007

3nity: mempopulerkan kembali tembang madu dan racun

Mereka tak hanya mengasah kemampuan vokal. Kemampuan memainkan musik pun mereka perhatikan. "Kami tak mau terjebak dalam pola boysband yang bisanya hanyabernyanyi saja," ujar Sylvain. Empat tahun lalu, personel 3NITY mulai belajar memainkan alat musik. "Vincent memainkan piano, Romain memetik gitar, dan saya berurusan dengan programming musik di komputer," ujar Sylvain.

tembang Madu dan Racun pernah begitu populer di era ‘80-an. Konon, saking populernya, album yang memuat lagu yang dibawakan grup musik Bill & Broad –vokalisnya bernama Ari Wibowo yang gemar memakai topi pet dan kacamata hitam — ini terjual lebih dari satu juta keping!

Buntut dari kesuksesan ini, Bill & Brod kebanjiran tawaran manggung. Tampang Ari Wibowo dkk dengan dandanan khasnya menghiasi halaman-halaman banyak media. Puncaknya, lagu ini dijadikan judul film. Film besutan sutradara Abdi Wiyono inidibintangi Lia Waroka, Nurul Arifin, Ekki Soekarno, dan Rico Tampatty dengan judul sama.

Lebih dari dua dasawarsa kemudian lagu itu kembali dikumandangkan. Adalah triovokal asal Perancis, 3NITY (baca: Trinity) yang mendaur ulang Madu dan Racun. Tembang ini menghuni album debut trio vokal kembar tiga (triplets) yang bertajuk Kita Satu. Madu dan Racun didapuk sebagai singel jagoan. Tembang yang dulu dibesutdalam nuansa pop gaya 80-an di tangan Sylvain, Vincent dan Romain dimainkan dalam musik R&B. Hasilnya, lagu ini terasa lebih segar.

Bukan tanpa sebab bila 3NITY memilih mendaur ulang Madu dan Racun. "Lagu itu punya melodi yang enak," cetus Romain dalam Bahasa Indonesia yang terbata-bata. Romain menambahkan, awalnya, perusahaan rekaman EMI memberikan tiga pilihan tembang lawas buat dimasukkan di album ini. Salah satunya, ya, Madu dan Racun. "Dari tiga lagu itu kami semua sepakat memilih lagu Madu dan Racun. Kami sangat berminatmembawa kembali lagu ini dengan gaya baru, gaya R&B," tutur Romain. Romain melanjutkan, meski lagu itu dulu pernah populer di negeri ini, 3NITY sama sekali tak pernah mendengar lagu. Maklumlah, ketiganya lahir dan besar di Perancis.

Album Kita Bisa berisi 10 lagu. Sembilan lagu di antaranya ditulis dalam bahasa Indonesia. Satu lagu berjudul How Can It Be ditulis dalam Bahasa Inggris. "Sengaja ditulis dalam Bahasa Indonesia supaya masyarakat di sini tahu pesan yang kami sampaikan lewat lagu-lagu di album ini," ujar Vincent. Di album perdana ini, 3NITY membuktikan bukan boys band biasa. Kalau boysband lainnya, cuma bisa menyanyi, maka 3NITY juga bisa mencipta lagu. Jumpa Marina,Menantikanmu dan How Can It be, tiga lagu yang diciptakan grup musik ini. Hebatnya lagi, Sylvain, Vincent dan Romain juga piawai mengaransemen lagu. Semua lagu di album ini diaransemen sendiri.

Lahir dari pasangan Pierre Clement dan Made Satriawati yang asli Bali, personel 3NITY awalnya lebih banyak melakoni profesi model dan akting. Saat masih berusia tiga tahunRomain, Sylvian dan Vincet sempat jadi model majalah terkenal, seperti Vogue danMadame Figaro. Ketiganya juga sering mondar mandir di catwalk memamerkan pakaian anak-anak. Di umur lima tahun, Romain, Sylvian dan Vincent menjajal dunia peran. Ketiganya pernah ikut berakting dalam The Mahabarata. Juga pernah muncul di serial TV terkenal Perancis, L’instit, dengan aktor Gerard Klein. Mereka juga pernah jadi bintang video klipnya Massive Attack dan membintangi beberapa iklan TV.

Ketertarikan ketiga anak ini pada musik terjadi saat menginjak usia remaja. Di usia 16 tahun, Romain, Sylvian, Vincent terbiasa mendengarkan lagu-lagu dari Boyz II Men, Bryan McKnight atau Babyface. Tak cuma mendengarkan, belakangan mereka juga suka melantunkan tembang-tembang black music itu. "Karena sering bernyanyi bareng, kami berpikir kenapa nggak diseriusi saja" ujar Sylvain. Lantas terbentuklah 3NITY.

Mereka tak hanya mengasah kemampuan vokal. Kemampuan memainkan musik pun mereka perhatikan. "Kami tak mau terjebak dalam pola boysband yang bisanya hanyabernyanyi saja," ujar Sylvain. Empat tahun lalu, personel 3NITY mulai belajar memainkan alat musik. "Vincent memainkan piano, Romain memetik gitar, dan saya berurusan dengan programming musik di komputer," ujar Sylvain. Karena punya pengalaman bermain alat musik ini, ketiganya jadi piawai mengaransemen musik.

Keberuntungan mulai menaungi 3NITY saat didapuk perusahaan rekaman Capitol/EMI ikutan album kompilasi Prise 2 Son. Di album ini, 3NITY membawakan tembang A nos actes manqués. Dan pada 2006 lalu, mereka menandatangani kontrak dengan perusahaan rekaman EMI Indonesia. Pasti ada alasan 3NITY menerima tawaran dari perusahaan rekaman Indonesia. Personel 3NITY punya keterkaitan historis dengan Indonesia. "Ibu kami orang Indonesia. Ia berasal dari Bali. Jadi separuh dari kami adalah Indonesia," ujarnya.

Menurut cerita Romain, proses pembuatan album Kita Satu menyitakan selama sekitar satu tahun. Mulai dari aransemen lagu sampai pemilihan tema album. Untuk take vocal dan rekaman dilakukan di dua negara, Indonesia dan Perancis. "Kami banyak menyelesaikan aransemen lagu-lagunya di Perancis. Di Jakarta kami hanya take vokal saja," kata Romain. Kira-kira dahsyat, nggak ya? *bin

Source: http://www.bintang-indonesia.com/contentd.php?pcid=2255