3nity: kami tak mengandalkan tampang doang
Selain cinta, album ini bermuatkan pesan pengharapan. "Kami ingin orang-orang tak pernah berhenti berharap dan menyerah. Selalu ada sesuatu yang baik yang akan terjadi, apa pun itu kondisinya," kata Romain lagi.
masih ingat grup The Moffats? Band pelantun hit If Life is So Short, Girl of My Dreams, Miss You Like Crazy ini dikenal punya komposisi personel yang unik. Tiga dari empat personelnya — Scott Andre Moffatt (vokal, gitar), Clinton Thomas John Moffatt (bas), Robert Franklin Peter Moffatts dram )– merupakan kembar identik.
Nah, komposisi personelkembar tiga (triplets) ini juga dimiliki 3NITY. Buat yang belum tahu, 3NITY adalah trio vokal asal Perancis yang diawaki Romain, Sylvian dan Vincet. "Nama 3NITY kami ambil karena kami (bertiga) merupakan satu kesatuan. Kami bertiga berasal dari sel telur yang sama," ujar Romain. Belum lama ini, lewat bendera perusahaan rekaman EMI Indonesia, 3NITYmerilis album debut Kita Satu. Yang menarik, meski berkebangsaan Perancis, hampir seluruhlagu di album berisi 11tembang itu dinyanyikan dalam Bahasa Indonesia.
3NITY terbentuk 8 tahun lalu. Uniknya, jauh sebelum kelompok vokal ini terbentuk,ketiganya lebih banyak melakoni profesi model dan akting. Saat masih berusia tiga tahunRomain, Sylvian dan Vincet sempat jadi model buat majalah terkenal, seperti Vogue danMadame Figaro. Ketiganya juga sering wara-wiri di catwalk buat memperagakan pakaian anak-anak. Di umur lima tahun, Romain, Sylvian dan Vincent menjajal dunia peran. Ketiganya ikut berakting dalam The Mahabarata. Mereka juga pernah nongol di serial TV terkenal Perancis, L’instit, dengan aktor Gerard Klein. Mereka juga pernah jadi bintangvideo klipnya Massive Attack. Selain seni peran, tiga cowok bule ini juga tercatat membintangi iklan TV.
Ketertarikan ketiga saudara kembar ini pada musik, terjadi saat menginjak usia remaja.Di usia 16 tahun, kuping Romain, Sylvian, Vincent terbiasa mendengarkan lagu-lagu dari Boyz II Men, Bryan McKnight, Babyface dan Dru Hill. "Lantaran suka mendengar musik-musik jenis ini, kami jadi suka beracapella ria. Pernah suatu kali sambil menemani Mama yang sedang memasak di dapur, kami iseng-iseng nyanyi accapella. Lalu kami bilang, "Hey, we have to do this seriously," ujar Vincent sambil tersenyum.
Kecintaan pada black music inilah yang mendorong mereka tertarik membuat lagu-lagubernada R&B, Pop/soul. Buat menambah jam terbang bernyanyi, ketiganya bergabung dengan paduan suara rohani. Nah, suatu kali paduan suara ini tampil di acara Gospel 100 voix. Acara ini digelar di hampir semua kota besar di Prancis. "Saat bergabung dengan paduan suara itu kami sering mendapat kesempatan menjadi penyanyi utama. Lagu yang kami nyanyikan kami ciptakan sendiri. Judulnya My Prayer. Tampil di acara itu pengalaman yang menakjubkan buat kami. Pernah, dalam satu pertunjukan kami ditonton 10 ribu orang," ujar Sylvain. Belakangan, ketika percaya diri mereka makin tumbuh, ketiganya berani memploklamirkan 3NITY.
Meski punya bekal kemampuan vokal yangcukup, personel 3NITY terus menggali potensi diri. Empat tahun lalu, personel 3NITY mulai belajar memainkan alat musik. "Vincent memainkan piano, Romain memetik gitar dan saya berurusan dengan programming musik di komputer," ujar Sylvain. Karena punya kemampuan bermusik inilah, mereka menolak disebut boy band."Kami memang laki-laki yang main musik, tapi kami berbeda dengan Westlife, misalnya. Kami main musik, mencipta dan mengaransemen lagu. Kami juga menolak disebut sekumpulan cowok yang mengandalkan tampang doang," jelas Sylvain sambil terkekeh.
Tahun 2004 lalu, 3NITY didapuk perusahaan rekaman Capitol/EMI ikutan album kompilasi Prise 2 Son. Di album ini, 3NITY membawakan tembang A Nos Actes Manqués. "Lagu itu sering diputar di radio-radio di Perancis dan Eropa," ujar Romain lagi. Dan tahun 2006 lalu, mereka menandatangani kontrak dengan perusahaan EMI Indonesia. "Ada sesuatu hal yang khusus antara visi EMI sebagai label dan visi 3NITY," kata Romain yang diangguki Sylvian dan Vincent. "Kami saling mengerti dalam style musik dan keinginan kuat masing-masing. Dari situlah kami mendapat kontrak rekaman," tambahnya lagi. Tentu bukan tanpa sebab bila 3NITY menerima tawaran dari perusahaan rekaman Indonesia. Personel 3NITY punya keterkaitan historis dengan Indonesia. "Ibu kami orang Indonesia. Persisnya ia berasal dari Bali. Jadi separuh dari kami adalah Indonesia. Kami merilis album ini di Indonesia untuk semakin dengan keluarga dan teman kami di sini," ujarnya.
Sedari awal, putra pasangan Pierre Clement-Made Satriawati ini kepengin albumnya dirilis dalam Bahasa Indonesia. "Kami ingin lebih mendekatkan diri dengan penggemar di Indonesia. Salah satu caranya, ya dengan membawakan lagu yang dimengerti," ujar Vincent. Nah, demi kepentingan membuat album itu, sejak setahun belakangan ini, ketiganya getol berbahasa Indonesia. Sang ibunda jadi mentornya. "Dialah yang mengajari kami belajar bahasa Indonesia. Untuk menulis lirik lagu berbahasa Indonesia kami juga meminta bantuannya," serunya lagi. Maka jangan heran, meski belum fasih benar, ketiga cowok ini sudah berani cas cis cus dalam bahasa Indonesia.
Kini 3NITY siap dengan album perdana mereka, Kita Satu. Album yang dibuat di Paris dan Jakarta ini sarat dengan kisah cinta. "Tapi cintanya bermacam-macam. Ada cinta dengan lawan jenis, teman maupun cinta yang bentuknya lebih spiritual," tandas Romain. Selain cinta, album ini bermuatkan pesan pengharapan. "Kami ingin orang-orang tak pernah berhenti berharap dan menyerah. Selalu ada sesuatu yang baik yang akan terjadi, apa pun itu kondisinya," kata Romain lagi.
Di album debut ini, ada tiga lagu yang diciptakansendiri: Jumpa Marina,Menantikanmu dan How Can It be. Lagu-lagu lainnya dibuat oleh pencipta lagu berbakat.Andai Saja dan Kita Satu di besut Ari bias. Tentangmu dan Kesempatan Kedua dibuat oleh Yudis. Henkie membuat tembang Hanya Untukmu. Serunya 3NITY-lah yang mengaransemen lagu-lagu ini. Semua lagu ini diaransemen oleh 3NITY di Paris. Singel pertama yang diandalkan berjudul Madu & Racun. Ini tembang lawas milik Ari Wibowo yang dikemas ulang dalam bentuk pop R&B. Disinggung soal kiprahnya di dunia pentas musik lokal, 3NITY kepengin bisa diterima dan eksis. "Kami ingin memberi warna baru buat musik di Indonesia. Mudah-mudahan, masyarakat Indonesia suka dengan musik kami," ujar Sylvain yang diangguki Vincent dan Romain. Kalau berkualitas, pasti deh diterima. *bin
Source: http://www.bintang-indonesia.com/contentd.php?pcid=2214